BEBAS BERKARYA | Janganlah pikiran kita terbelenggu dengan penilaian orang lain. Berpikirlah dengan merdeka, bertindaklah dengan tenang, dan bersikaplah menjadi dirimu sendiri.

Proses yang benar dan konsisten akan menentukan kualitas hasil yang didapat - PB 2010

 

Telah kembali ke Maha Pencipta, Ayah kami Hasan Sumardi dengan tenang. Kami anak - anak yang mengikuti mengiringi ucapan selamat jalan dan rasa terimakasih atas jasa beliau dalam mebesarkan kami :
  1. Suminem - Istri
  2. Siti Handayani - Anak
  3. Pertiwi Handayani - Anak
  4. Purwaning Baskoro - Anak
  5. Agung Dirgantoro - Anak
  6. Trengginas Ahimsa - Cucu
----------------------------------------------------------------------------------------
 
Hari ini 11 Agustus 2016
Kata orang dia kasar
Kata orang dia angkuh
Kata orang dia keras kepala

Tapi menurut kami dia orang yang tegas
Tapi menurut kami dia orang yang tegar
Tapi menurut kami dia orang yang tangguh

Dia ibarat benteng yang kokoh yang melindungi kami dari dentuman senjata.
Dia ibarat akar beringin yang menopang kami dari terpaan angin topan.
Dia ibarat gunung di lautan yang tersembunyi dibawah dan menahan kami diatas permukaan dari hempasan gelombang dan hantaman kapal.

Hari ini 11 Agustus 2016
Hari ini di usia dia yang ke 79 tahun
Dengan seijin Allah Swt dia menyelesaikan semua amanah yang Allah Swt berikan untuk menjaga kami.
Di hari ini, dihembusan napas panjang yang ketiga, dengan seijin Allah Swt dia menghentikan detak jantungnya yang selama ini berdebar ibarat motor penggerak atas semangat hidupnya dengan wajah penuh senyuman.

Hari ini, dia menutup dengan senyuman atas goresan pena dilembar kertas hidupnya. Senyuman yang mengiringi dikala kain kafan membungkusnya, senyuman yang mengiringi dikala dimasukkan keliang kuburnya.

Hari ini pula, setelah tertutup dengan tanah terakhir pada kuburnya, Allah Swt menutupnya dengan rintikan hujan yang membasahi dan menyejukkan tanah kuburnya.

Selamat jalan Ayahanda
Kami bangga atas diri mu
Semoga senyuman itu menjadi tanda ketenangan atas roh mu yang kembali ke kampung akhirat bertemu dengan Allah Swt.
Semoga senyuman mu menjadi pertanda bahwasanya Allah menerima amal ibadah mu.
Semoga senyuman mu menjadi pertanda atas keikhlasan mu dalam menjalani hidup.

Aamiin....aamiin ....aamiin ya Allah.

Baskoro - 12 Agustus 2016
Bagi seorang yg sudah dewasa, yang sedang jauh dari orang tua, akan sering merasa kangen dengan mamanya. 

bagamana dengan ayah ?

Mungkin karena mama lebih sering nelpon utk menanyakan keadaan mu, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah lah yg mengingatkan mama utk meneleponmu ?

Saat kecil, mamalah yg lebih sering mendongeng. Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan pada mama ,apa yg kamu  lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk atau pilek, ayah kadang membentak "sudah dibilang! jgn minum es!".  Tapi tahukah kamu bahwa ayah sangat khawatir ? 

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam, ayah dengan tegas berkata "tidak boleh !" Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu ?

Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, Ayah pun melonggarkan peraturannya. Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dengn sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa, dan harus kuliah di kota lain. Ayah harus melepasmu. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Dan ayah sangat ingin menangis, di saat kamu memerlukan ini-itu, utk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi, tapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.

Saat kamu diwisuda, ayah adalah orang pertama berdiri dan bertepuk tangan untukmu, ayah akan tersenyum dan bangga 

Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari ayah, ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin

Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yang dianggapnya pantas, Ayahpun tersenyum bahagia

Apa kamu tahu, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karen ayah sangat bahagia. Semoga Putra/i kecilku yang manis berbahagia bersama pasangannya"

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk, Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat, untuk menjagamu.

(Tulisan ini dikutip dari postingan Blackberry Messenger)
http://purwaning-baskoro.blogspot.com/2011/12/tahukan-kamu-tentang-ayah.html

Blog Friend's