BEBAS BERKARYA | Janganlah pikiran kita terbelenggu dengan penilaian orang lain. Berpikirlah dengan merdeka, bertindaklah dengan tenang, dan bersikaplah menjadi dirimu sendiri.
SEKOLAH PASAR MODAL
BURSA EFEK INDONESIA
GRATIS
Gelombang 1 akan dimulai 25 Februari 2009
Hanya 10 gelombang di tahun 2009, untuk kelas Basic dan Intermediate:
KELAS BASIC
4 (Empat) sesi, setiap hari Rabu
dari pukul 10.00 - 12.00 WIB
Materi : Pengertian umum Pasar Modal, Saham, Obligasi, dan Reksadana, Fraud di Pasar Modal
KELAS INTERMEDIATE
4 (Empat) sesi, setiap hari Rabu
dari pukul 13.00 - 16.00 WIB
Materi : Mekanisme Transaksi Efek, Analisa Fundamental, Analisa Teknikal & Simulasi
KELAS ADVANCE
(Khusus bagi Investor yang melampirkan bukti rekening efek)
4 (Empat) sesi, setiap hari Rabu
dari pukul 16.00 - 18.00 WIB
Materi : Obligasi, ETF, Option dan Market Update
(Kelas Advance dibuka 3 gelombang pada tahun 2009 pada bulan April)
LOKASI TRAINING
Gallery Lt.1 PT BEI
Gedung BEI Tower 2 Lt.1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 - 53
Jakarta - Indonesia
Jumlah Perseta Terbatas !
Informasi Pendaftaran hubungi :
Telp. 021-515 0515
Ext. 4309 dengan Ririn
Ext. 4312 dengan Ada
Ext. 4321 dengan Andri
Ext. 4305 dengan Taufiq
Ext. 4324 dengan Anan
Penggunaan bio-triba berdampak nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, dan panjang akar pada bibit tanaman. Serta dapat mengefisiensikan penggunaan pupuk anorganik (NPK).
Hal tersebut dibuktikan dari hasil penelitian Tatang Sutarjo, Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, pada bibit cengkeh. Dengan perlakuan Biotriba+Media Tanam+ NPK pada bibit cengkeh, hanya dalam waktu 8 minggu, tinggi tanaman mencapai 7,11 cm. Sedangkan bibit yang hanya diberikan pupuk kandang +Media Tanaman+ NPK tingginya hanya 5,04 cm.
Tanaman cengkeh yang diberikan perlakukan bio-triba (Biotriba+Media Tanam+ NPK), jumlah daun bisa mencapai 9 helai hanya dalam 8 minggu. Sedangkan dengan pemberian pupuk kandang (pupuk kandang +Media Tanaman+ NPK) jumlah daun hanya 6 helai. Pemberian bio-triba juga berpengaruh terhadap luas daun.
Luas daun dengan perlakuan biotriba dapat mencapai luas 9,28 cm2. Sedangkan pemberian pupuk kandang luas daun hanya 7,00 cm2. Dengan pemberian bio-triba panjang akar bibit cengkeh dapat mencapai 14,46 cm dalam waktu 8 minggu. Dengan pemberian pupuk kandang panjang akar hanya 7,44 cm. Dari hasil ini terbukti bahwa pemberian bio-triba berdampak pada peningkatan pertambahan tinggi, jumlah daun, luas daun dan panjang akar bibit tanaman cengkeh.Namun bio-triba tidak hanya efektif digunakan untuk tanaman cengkeh melainkan bisa juga digunakan untuk tanaman lainnya seperti tanaman hias, buah-buahan.
Khususnya hobis tanaman hias yang ingin bibit tanaman hiasnya segera tumbuh besar, memiliki daun lebat dan lebar layak menggunakan bio-triba sebagai penganti pupuk kompos. Sehingga bibit tanaman hias berukuran kecil seperti "Gelombang Cinta" yang terkenal mahal, yang bisa mencapai Rp. 70.000/bibit yang tingginya 1 cm, dengan pemberian Biotriba dapat tumbuh lebih cepat sehingga nilai jualnya menjadi lebih mahal.
Pada dasarnya bio-triba merupakan pupuk organik hasil dekomposisi atau penguraian sampah pasar, seperti halnya pupuk kompos. Namun bio-triba telah diperkaya dengan mikroorganisme untuk meningkatan kemampuannya mempercepat pertumbuhan tanaman. Sehingga seperti hal kompos maupun pupuk kandang, bio-triba dapat digunakan untuk setiap jenis tanaman. Cara terbaik memanfaatkan bio-triba adalah dengan mencampurkannya dengan tanah mengikuti perbandingan 1 : 3. Dimasukkan ke dalam polibag setelah dicampur merata,. Kemudian ditambahkan 2,5 g NPK (16:15:15) setelah bibit ditanam dalam polibag.
Pengolahan tanah secara minimum yaitu dengan sekali pembajakan atau pencangkulan untuk menggemburkan tanah dan menimbun gulma.
Varietas
Varietas Bromo.
Kebutuhan benih 40 kg/ha.
Penanaman
Secara tugal dengan jarak tanam 40 x 20 cm (2-3 benih per lubang tanam).
Pemupukan dan penambahan ame-lioran
Urea 50 kg, SP36 75 kg, KCl 25 kg, pupuk kandang 250 kg dan Dolomit 2590 kg/ha.
Semua pupuk dan amelioran diaplikasikan pada saat tanam secara beralur (5-10 cm dari lubang tanam).
Pengendalian hama dan penyakit
Hama lalat bibit (Agromyza sp.) dilakukan pencegahan dengan meng-aplikasikan insektisida Karbofuran seperti Furadan 3G atau Curater 3G sebanyak 9 kg/ha.
Hama perusak daun (Lamprosema indicate, Plusia chalcites, Phaedonia inclusia) dan perusak polong (Etiella zinkenella) dikendalikan dengan insektisida cair seperti Cymbush 50 EC atau Matador 25 EC.
Penyakit yang perlu diwaspadai adalah penyakit layu bakteri dan dikendalikan secara preventif dengan penggunaan benih yang tidak terinfeksi.
Pengendalian gulma
Gulma dikendalikan dua kali secara manual, yaitu pada umur 21 dan 35 hari setelah tanam (HST) melalui kegiatan penyiangan dan pem-bumbunan.
Panen
Bila 95% polong telah berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan, batang dan daun telah kering, serta kadar air biji pada kisaran 15-18%.
Pasca panen
Brangkasan yang telah dipanen segera dijemur yang selanjutnya dilakukan proses pembijian.
Biji dijemur dan dibersihkan hingga kadar airnya kurang dari 14%.
Sumber: BPTP Bengkulu
Blog Friend's
-
Profil dan Biografi BJ. Habibie - Presiden Ke-3 RI - Biodata BJ. Habibie [image: Prof.DR.Ing.H.Bacharuddin Jusuf Habibie Presiden Indonesia ke-3] *Presiden Indonesia ke-3* *Masa jabatan : *21 Mei 1998 –...11 years ago
-
Beragam Penyebutan Nama Chassis Semitrailer di Indonesia - Mungkin tidak banyak yang familiar dengan istilah Chassis Semitrailer. Tidak hanya masyarakat awam, bahkan yang bergerak di bidang transportasi pun kadang...11 years ago
-
Project Excel : Menu Drop List dengan COMBO BOX (Form Control) - Hi guys, saya mau sharing lagi nih tentang menu drop list di excel. Pada tulisan saya sebelumnya saya sharing menggunakan cara "VALIDATION" nah untuk yang ...12 years ago



