BEBAS BERKARYA | Janganlah pikiran kita terbelenggu dengan penilaian orang lain. Berpikirlah dengan merdeka, bertindaklah dengan tenang, dan bersikaplah menjadi dirimu sendiri.

Proses yang benar dan konsisten akan menentukan kualitas hasil yang didapat - PB 2010
CODE:
OBJECT BRAND : UD TRUCK
OBJECT MODEL:  PK 215 H
TAHUN UNIT : 2013
JUMLAH UNIT :1 UNIT
LOKASI : TAMBUN BEKASI
STNK : ADA
KIR : ADA
BPKB : ADA

HARGA PENAWARAN : RP600.000.000,- (NEGO) - CASH OR CREDIT

http://vehicle-zone.blogspot.co.id/2015/09/sale-ud-truck-pk-215-h-2013.html
























Dear all,
Tetap semangat dan sukses selalu, saya mau sharing sedikit tentang kejadian kemarin, dimana ada seseorang menawarkan bisnis jual beli emas. Namun emas yang ditawarkan adalah emas alam, info dari orang yang menawarkan ke saya. Emas tersebut masih bercampur dengan kandungan alam lainnya seperti pasir dan batu. 

Jujur sedikit menarik buat saya sebab dengan kondisi masih belum diolah dan belum bersertifikat penawarannya lumayan murah, sehingga saya mencoba meminta contohnya. Kebetulan saya sendiri investasi emas batangan antam jadi warna emas agak familiar. Saat melihat contohnya memang benar butiran warna emas banyak menempel pada batu dan bercampur pada pasir. Namun warna emas yang menempel pada batu ini buat saya kurang familiar sebab kuningnya agak pucat. Jadi saya minta waktu untuk mengecek jenis emasnya dahulu.

Kebetulan saya punya rekan kerja yang ahli geologi, dan dia mengatakan itu bukan emas atau logam mulia yang biasa diperjual belikan, namun itu logam PIRIT.


Nah...saking mau memastikan saya coba cek ke Mbah Google, dimana saya mendapatkan refrensi penjelasana di link dibawah ini :


Pirit dan emas, bagaimana membedakannya?

Orang sering terbuai oleh penampakan pirit, yang kilapnya menyerupai emas. Kadang ada yang bertanya, apakah pirit ini emas? Atau apakah pirit ini mengandung emas? Uraian berikut ini akan mencoba mengulas tentang pirit yang tampaknya mirip seperti emas.

Pirit dengan rumus kimia FeS2, merupakan salah satu dari jenis mineral sulfida yang umum dijumpai di alam, entah sebagai hasil sampingan suatu endapan hidrotermal ataupun sebagai mineral asesoris dalam beberapa jenis batuan. Tidak ada penciri mineralisasi tertentu jika anda menjumpai pirit, apalagi sedikit (he..he...). Secara deskriptif, pirit ini mempunyai warna kuning keemasan dengan kilap logam. Jadi, kalau tidak biasa dengan mineral-mineral logam, sering menganggapnya sebagai emas. Secara struktur kristal, baik pirit dan emas sama-sama kubis, namun sifat dalamnya yang berbeda. Emas lebih mudah ditempa daripada pirit. Kalau dipukul, pirit akan hancur berkeping-keping, sedangkan emas tidak mudah hancur karena lebih mudah ditempa (maleable).

Cara yang cukup mudah adalah dengan melihat asahan polesnya di bawah mikroskop bijih (dengan syarat, butiran emas harus lebih besar dari 1 μm (mikron)). Meskipun sama-sama isotropik, tetapi kecemerlangan emas tidak dapat ditandingi oleh pirit, begitu juga bentuknya. Biasanya di bawah mikroskop pantul, emas tampak berbentuk tak beraturan dibandingkan pirit yang kadang bentuk kubisnya masih tampak. Cara lain yang lebih canggih adalah dengan menganalisis kandungan kimianya, misalnya dengan microprobe atau SEM plus EDX. Dengan cara ini anda bisa memastikan apakah yang anda sebut pirit itu emas atau pirit?

Apakah pirit mengandung emas? Mungkin saja emas terdapat di dalam pirit, sebagai yang dikenal dengan istilah refractory gold. Emas ini ukurannya sangat kecil atau sering dikatakan sebagai invisible gold, karena ukurannya <0 .1="" arsen="" bersama-sama="" biasanya="" dengan="" dideteksi="" elektron="" emas="" hadir="" i="" ini="" m="" mikroskop="" sanggup="" sem="" tidak="">arsenian pyrite
 atau arsenopyrite). Cara yang paling mudah, ya kumpulkan piritnya lalu analisis mikrokimia... (tapi ini mahal).

Nah dari ulasan di atas akhirnya saya sedikit paham apa bedanya Emas dan Pirit, sehingga saya membatalkan transaksi penawaran diawal tadi.

Nah buat rekan - rekan semua agar lebih waspada. Khususnya bagi para pecinta batu yang awam jangan sampai terjebak dan terbuai.


gambar :




Kenapa ?





Sedikit merespon permintaan teman Uyha dari makasar di atas tentang ROE berikut sedikit penjabaran ringkasnya. Saya ambil contoh dengan penjabaran sebelumnya 


Pengertian dari ROE (Return Of Equity) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri, sekaligus menunjukkan tingkat efesiensi dalam penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi nilai ROE maka perusahaan tersebut semakin baik karena posisi perusahaan semakin kuat


Rumus ROE % adalah = Laba Bersih / Total Modal X 100%


PT. MAUNYA LABA 
Penjualan Bersih
112.760.000
Harga Pokok Penjualan (HPP)
(85.300.000)
Laba Kotor
27.460.000
Biaya Pemasaran (6.540.000)
Biaya Admin&Umum (9.400.000)
Biaya Operasional
(15.940.000)
Laba sebelum bunga & Pajak (EBIT)
11.520.000
Bunga Hutang (jika ada)
(3.160.000)
Laba Sebelum Pajak (EBT)
8.360.000
Pajak Pendapatan (48%) atas EBT
(4.013.000)
Laba setelah pajak
4.347.000


Catatan :
Misal Total Modal : Rp5.000.000,-

dari rumus di atas bisa dimasukkan seperti :

ROE% = 4.347.000,- / 5.000.000,- X 100% = 86.94%

Hal ini berarti bahwa jumlah modal yang dimiliki perusahaan mampu menghasilkan laba sebesar 86.94 % dari total modal yang dimiliki.

sebagai catatan saja :

Standar ROE menurut Peraturan Bank Indonesia No. 6/9/PBI/2004 adalah 12%. 
Jika ROE bernilai : 
a. Kurang dari 8%, skor nilai = 0 
b. Antara 8% - 10%, skor nilai = 80 
c. Antara 10% - 12%, skor nilai = 90 
d. Lebih dari 12%, skor nilai = 100

Blog Friend's