Proses yang benar dan konsisten akan menentukan kualitas hasil yang didapat - PB 2010

Thursday, October 15, 2009

Ide | Hayalan: Listrik Tenaga Sirkulasi Air

Beberapa hari yang lalu saya jalan-jalan dengan anak saya di perumahan dimana saya tinggal. Tanpa sengaja saya melihat salah satu rumah yang memiliki penampungan air cukup besar yang saat itu tumpah karena sepertinya otomatisnya rusak. Saat itu yang menjadi daya tarik saya adalah bunyi suara air yang jatuh dan berbenturan dengan lantai cukup keras sekali, berarti air yang jatuh dengan jumlah tertentu dengan ketinggian tertentu memiliki tenaga grafitasi yang cukup menciptakan suara benturan.

Saya berpikir kok sepertinya ada unsur mubajir (terbuang sia-sia) atas tenaga grafitasi itu. Andaikan nilai dari tenaga grafitasi itu dimanfaatkan untuk menggerakkan kincir, dan lalu kincir itu menggerakkan turbin dan turbin menghasilkan tenaga listrik, alangkah bermanfaatnya.

Ah..hayalan saya tadi itu sedikit saya gambarkan seperti gambar di bawah ini:




Saya bukanlah ahli Fisika yang dapat menghitung berapa volume air yang diperlukan, dan dengan ketinggian berapa meter air harus dijatuhkan sehingga menghasilkan kecepatan dan percepatan yang menghasilkan tenaga dorong yang dapat menggerakkan roda kincir, dan kincir menggerakkan turbin. Namun saya hanya yakin saja, kalau semua ini jika diperhitungkan secara cermat akan menghasilkan tenaga listrik.

Andaikan suatu gedung sekolah memiliki sumber tenaga listrik sendiri dari sirkulasi penampunagn air, pastinya akan dapat menghemat biaya listrik, dan PLN pun juga tidak akan krisis listrik, sebab sebagian gedung sudah dapat mandiri listrik.

Hayalan saya ini pastinya bukanlah sesuatu yang baru, sebab banyak sudah listrik dihasilkan dari bantuan kincir air yang digerkkan oleh air, namun sebagian besar semua itu dilakukan di sungai. Saya pribadi belum melihat hal ini dilakukan diperkotaan, andaikan sudah ada dan ada yang tahu mohon kabari saya, dan semoga juga ada yang sudah atau sedang membuat seperti hal ini.
Bagi yang suka fisika, mangga dibuka tanggapannya. Terimakasih

37 comments:

  • Rawaluddin says:
    October 15, 2009 at 11:39 PM

    Menurut saya untuk applikasi di perumahan/perkotaan hal ini sulit bahkan tidak bisa dilakukan.

    Kita menempatkan air di ketinggian tertentu sehingga memiliki energi potensial yg kemudian bisa diubah lagi menjadi energi kinetik yg bisa menggerakkan turbin. Energi memang tidak bisa hilang tapi hanya bisa diubah dari bentuk satu kebentuk yg lain (hukum kekekalan energi).

    Untuk menempatkan air di satu ketinggian tertentu kita perlu lagi energi/daya yg lebih besar karena tidak 100% energi yg diberikan berubah menjadi energi potensial. Effisiensinya nggak 100%. Alhasil energi kinetik yg didapat pun adalah lebih kecil dari yg diberikan.

    Kecuali kalo air itu sudah ada energi potensialnya seperti sungai yg mengalir dari tempat yg tinggi ketempat yg rendah, atau air terjun dari bendungan yg disalurkan pakai saluran/pipa tertentu untuk menggerakkan turbin listrik dll. Dalam hal ini kita tidak perlu/sedikit mengeluarkan biaya untuk mendapatkan energi potensial air.

    Rawaluddin@gmail [rawaluddin@gmail.com]

  • ENDONESIA says:
    October 15, 2009 at 11:41 PM

    Terimakasih Mas Rawaluddin atas tanggapannya ,

    Saya juga berpikir demikian awalnya, namun setelah saya melihat gambar dibawah ini dan saya coba mengingat yang pernah saya lihat baik di TV maupun saya lihat langsung kok saya jadi tambah kepikiran pasti bisa .

    Betul juga Mas, tapi kalau andaikan air yang dijatuhkan dari Tanki dengan ketinggian tertentu, dengan menggunakan daya semprot yang cukup tinggi, apakah bisa menciptakan energi potensial air yang lebih besar dibanding jumlah air yang dikelaurkan. Sebab saya jadi ingat kalau sedang mencuci motor di tempat cucian motor yang memiliki alat kompresor.

    Dengan jumlah air yang sedikit (di gentong), lalu air itu diberi tekanan, dapat merontokkan karak tanah dibawah spakbor.

    Nah..dengan logika ini apakah bisa Mas Rawaluddin.

  • Tri Awan says:
    October 15, 2009 at 11:42 PM

    Kepada
    Sdr. Purwaning Baskoro

    senang sekali rasanya membaca email anda,
    sedikit pengalaman ... ingin saya sharing kepada anda.
    suatu saat pekerja kebun mengundang saya untuk datang ke pernikahannya,
    di-desa-nya tersebut ada sekelompok masyarakat yg terisolir, kira2 sejumlah 40 KK,
    tepatnya di Desa Sinarjaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor (Jonggol 2),
    seluruh masyarakatnya tidak pernah berlangganan air dan listrik ... karena air sangat melimpah, sehingga mereka memanfaatkan tenaga air itu untuk pembangkit tenaga listrik.
    sehingga tiap hari listriknya selalu menyala tanpa harus membayar dan terkenan denda ... hanya saja pembangkit tenaga listriknya sangat sederhana, dengan modal Rp.1,5jt dan biaya perawatan Rp.50.000,-/tahun mereka bisa menggunakan listrik selama 3 s/d 5 tahun
    skarang skitar desa itu menjadi hiruk pikuk dengan datangnya spekulan2 tanah karena desa tersebut dilalui jalan untuk akses ke Taman Bunga Puncak.
    sekali-kali cobalah berjalan-jalan kesana, mungkin akan timbul ide untuk memajukan desa-desa disana.

    Salam,
    Tri Awan

    Tri Awan [trisakti_awan@yahoo.com]

  • ENDONESIA says:
    October 15, 2009 at 11:57 PM

    Subhannallah senang juga mendengarnya.

    Andaikaan semua itu lebih dikelola dengan baik saya yakin kebutuhan listrik masyarakat akan lebih terpenuhi dengan biaya lebih murah.

  • Rawaluddin@gmail says:
    October 18, 2009 at 9:40 PM

    Pak Baskoro, maksud saya sulit dilakukan itu bukan teknisnya tapi hitung2an secara ekonominya itu tidak menguntungkan sehingga sulit bahkan tidak bisa kita lakukan (nggak ada kan yg mau rugi...he... he..). Secara teknis bisa dilakukan, kita pompa air ke tempat penampungan di atas rumah kemudian air dari penampungan dialirkan kebawah dan menggerakkan (micro) turbin sehingga menghasilkan listrik. Tapi secara ekonomis sulit dilakukan karena tidak menguntungkan. Karena untuk memompa, diperlukan energi (kwh listrik/uang) yg bila dibandingkan dengan hasil listrik/kwh dari turbin yang dihasilkan tidak akan sebanding. Total energi yg diperlukan akan lebih besar (karena ada effisiensi pompa , friksi2 dalam pipa dll) dari energi yg dihasilkan.



    Untuk gambar dibawah, itu sangat bisa dilakukan baik teknis maupun ekonominya akan menguntungkan. Kenapa ? karena kita tidak mengeluarkan biaya untuk meningkatkan energi potensial air tsb. Saya pun mau kalo ada lokasinya... .he...he. ..



    Daya semprot yg tinggi cuma kalo luas area flownya kecil (dg catatan volumetric flownya tetap). Jadi disini cuma perbedaan luar penampang flownya aja, tapi energinya ya sama aja nggak akan bisa dinaikkan. Secara teknis mungkin tapi hitung2an ekonominya nggak menguntungkan, karena kita memerlukan energi yg lebih besar dari pada yg dihasilkan kecuali kalo energi yg diperlukan itu sudah ada dari sananya seperti gambar sungai dibawah.



    Wassalam,

    RA

  • titus ramadhani says:
    October 18, 2009 at 9:45 PM

    apakah mungkin kalo listrik yang diperlukan untuk pompa air diambil dari hasil microturbin?

    "titus ramadhani" tb_trexx@yahoo.co.id

  • Manglayang says:
    November 4, 2009 at 3:46 AM

    menyoal energi ini menarik ya.. saya juga jadi dapet ilmu nih dari diskusi
    pak baskoro dan Pak Rawaluddin.

    Kami pernah berkesempetan menengok turbin air di kareumbi, cara kerjanya ya
    sama persis dengan gambar yang dilampirkan pak Baskoro, hanya beda di model
    turbin saja.
    Bisa ditengok di kareumbi.wordpress.com

    Dalam kasus 'limbah' cucuran air dari toren tadi, rasanya sih ya bisa-bisa
    aja kalau mau dipasangi turbin atau dinamo.. tapi tentu kapasitasnya tidak
    besar.. coba saja pasang dinamo untuk lampu sepeda kumbang atau kalau
    kurang kecil dinamo mainan anak2 tamiya hehe.. tentu harus dibikin dudukan,
    kemudian kinciran untuk merubah gerak jatuh air menjadi daya putar..
    nah.. kalau sudah begitu, bisa saja dihitung2, biaya (dan waktu) yang
    dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh..

    Manglayang - manglayang@gmail.com

  • Anonymous says:
    December 2, 2010 at 5:36 PM

    secara fisika

    energi turbin + energi yang hilang (efisiensi rendah) = energi pompa

    misal :
    energi turbin = 300 watt
    energi yang hilang = 50 watt

    sedang daya pompa = 350 watt

    jadi kalau energi turbin hanya keluar 300 watt saja, masi kurang untuk memompa air ke tandon.

  • bintang says:
    December 3, 2010 at 1:53 AM

    ide khayalan , emang ud tabiat manusia ada inspirasi yg muncul. tapi maaf klo ada nada sela dr saya. sebenarnya ide sperti ini udah ada pada saya sekitar 1,5 tahun lalu sayag saya ndak bisa mencurah kan nya untuk jadi kenyataan karna keterbatasan modal. saya sudah bikin gambar bagan konstruksi nya lengkap, dan perhitungan debit air curah dan berbagai ide yg muncul. dan final nya hanya membuktikan ide hayalan ini saja. walau hanya dibikin mini...

  • Anonymous says:
    December 14, 2010 at 3:43 AM

    saya rada miris jika mendengar kata2 keputus asaan yg sering terlontar dari mulut kita.yang cenderung mematahkan semangat atau yg lebih ekstrim lagi membunuh ide2 kreatif yg datang dari orang lain. kita sangat suka mengkoleksi kata2 yang sifatnya pesimis seperti tidak mungkin, impossible,tidak masuk akal, mubazir, percuma, dan kata2 yang sifatnya meruntuhkan kreativitas diri.

    jika di negara maju ide2 kreatif malah di hadiahi support yang besar dari pemerintahnya, tapi di sini malah cenderung di abaikan atau di cela. ataukah masih kentalnya budaya monopoli warisan penjajah yg terkontaminasi ke rdalam budaya dan pemerintahan kita.karena nanti apila terwujud akan merugikan negara karena orang tidak lagi berlangganan listrik ke pln, karena telah mempunyai listrik mandiri di masing2 rumah mereka.

    jika di sini kita cuma bisa berkata tidak mungkin, percuma saja atau khayalan. di luar sana di negara maju telah lama menjadi kenyataan. sadarkah kita bahwa teknologi secanggih apapun bersumber dari khayalan.
    jika anda tidak percaya silahkan kunjungi situs ini: http://www.youtube.com/watch?v=qhwQt1tJYa8

    selamat mencoba..! never give up..!smoga sukses!


    oleh Yuditira Yudhees pada 13 Desember 2010 jam 15:49


    Apa yang orang liat dari kesuksesan saya cuma 1%, sedangkan 99% yang tidak terlihat adalah kegagalan saya.



    -Soichiro Honda-



    Soichiro Honda adalah pendiri Honda Motor Company Ltd.

  • Anonymous says:
    December 19, 2010 at 4:13 AM

    @Anonymous said...:
    ......jadi kalau energi turbin hanya keluar 300 watt saja, masi kurang untuk memompa air ke tandon.....(Masih..kurang..berarti masih ada kemungkinankan untuk bisa.......)
    @Bintang: Luar biasa....semoga bisa terwujud

  • Anonymous says:
    May 14, 2011 at 10:55 PM

    Hanya sebagai gambaran saja
    P = Q x 9,81 x H
    P = daya listrik yang dihasilkan oleh turbin (KW)
    Q = debit air dalam m3/detik
    H = beda tinggi air dengan turbin dalam meter
    9,81 ( konstanta gravitasi 9.81 m/detik )

    Jika seandainya direncanakan menggunakan jenis turbin Crossflow, anggap aja effisiensinya 100% ( tapi tidak mungkin ) P = 100 W; H = 10m maka Q = 1,0194 liter/detik. Dari perhitungan ini maka pompa untuk menaikkan air ke tandon setinggi 10 m harusnya dengan capsitas minimal 1 liter/detik. Pompa yang ada dipasaran dengan capasitas 83 liter/menit ( data dari pabrik, yang aktualnya hanya sekitar 40 l/menit)powernya 125 W. Dari hitungan kasaran yang tidak terlalu detail saja sudah minus 25 W.
    Selama ini microhidro atau PLTA masih memanfaatkan energi potensial alam dari air sungai.Mudah-mudahan ini sedikit akan memberikan gambaran tentang microhidro.
    Metana 08125277438

  • faisal says:
    May 15, 2011 at 5:55 AM

    saya juga pernah berfikir demikian. tapi berdasarkan hukum kekekalan energi ini sulit di wujudkan karena kenytaannya pasti ada energi yang hilang. dan kalau pun kita bisa berbicara ideal energi yang dihasilkan akan sama dengan energi yang di butuhkan untuk menaikan energi ke tandon. kecuali jika energi yang digunakan untuk menaikan air ketandon adalah energi lain tapi jika tetap hanya menggunakan energi listrik yang dihasilkan maka hanya sama saja bahkan sia-sia.
    EM 1 = EM 2
    EK1 + EP 1 = EK2 + EP2

    EK = Energi kinetik
    EP = Energi Potensial

    mhdfaisal.wordpress.com

  • Anonymous says:
    January 8, 2012 at 1:33 PM

    Apresiasi untuk idenya, memang tidak semua daya yang dibutuhkan pompa dapat dipasok dari daya yang dihasilkan turbin, tetapi setidaknya dapat mengurangi kebutuhan daya pompa, dengan kata lain dapat menghemat penggunaan daya pompa.

  • ENDONESIA says:
    January 9, 2012 at 8:24 AM

    Dear All,
    Terimakasih atas apresiasi komentar maupun pendapatnya, memang hal ini dan sampai saat ini semuanya hanya sebatas ide.

    Benar seperti apa yang saudara Faisal katakan bahwasanya dia pernah memikirkannya, namun beliau juga mengatakan sia-sia, tapi dilain sisi ada yg menarik buat saya, ada ungkapan yang saudar Faisal katakan yaitu "...kecuali jika energi yang digunakan untuk menaikan air ketandon adalah energi lain..."

    Saya jadi ingat waktu masa kecil dahulu, dimana dirumah orang tua saya masih menggunakan pompa dragon utk mengangkat air dari dalam tanah. Namun dikala kemarau air sulit sekali naik, sehingga ayah saya selalu memancing air dengan air lain sehingga air didalam tanah bisa naik ke atas.

    Menarik buat saya, sebab menggunakan sedikit energi untuk memancing sirkulasi energi yang kita harapkan. Dikala sirkulasi energi itu sudah terjadi maka energi pemancing tadi tidak digunakan.

    Terimakasih untuk saudara Faisal dan rekan - rekan semua. Saya tidak tahu kapan dan siapa hayalan ini dapat di wujudkan namun saya berharap semoga hal ini diwujudkan oleh generasi muda bangsa ini.

    Yah..kembali lagi hal ini baru wacana sebuah ide, namun siapa tahu bakal terwujud, seperti halnya anak SMK yang mebuat mobil.

    Regards

  • Anonymous says:
    January 15, 2012 at 8:30 AM

    gjhgdjksdkhk ???

  • Anonymous says:
    January 15, 2012 at 8:57 AM

    Numpang Nimbrung Dikit
    Gambar di atas sudah mendekati benar…hanya kincir yang ada dipake dynamo electric utk arus listrik
    Ini namanya Arus listrik Sistim Vacum Tenaga Air
    Cara kerja :
    1).Pipa utk air naik yang di kolam di pasang clep air
    2).Pipa air keluar di pasang kran utk membuka air turun
    3).kincir air yg ada di pasang Van belt ke dynamo electric
    Air di isi penuh dari pipa naik,tangki dan pipa keluar,sampai betul2 penuh dan tdk ada udara sama sekali (vacum),apa bila betul2 vacum…waktu cran air dibuka akan terjadi gaya tarik di dlm tangki,air akan terangkat dari kolam ke dalam tangki,air yg keluar menimpah kincir yg sdh ada dynamo electricnya,sehingga mengeluarkan arus listrik
    Besarnya arus listrik yg di hasilkan tergantung,besarnya tangki,debet air yg keluar,jarak ketinggian air dan tekanan air nenimpah kincir2 yg telah dipasang dynamo electriknya. Gampang tho…Pak eh…
    Utk gampangnya aja,uji coba pake jeregen 10 ltr + slang sebesar jari kelingking ,air yg ada di dlm jeregen harus vacuum…slamat mencoba

  • Anonymous says:
    March 20, 2012 at 8:30 AM

    Wau ini sama dengan membuat bendungan mini, usul sedikit, gimana kalau turbin dipasang seri 6 buah, 1 turbin untuk memutar generator dan 5 turbin untuk menaikan air ke tandon, kira kira bisa jalan tidak ya pak Baskoro. he he tambah pusing aku.

  • ARIJOGJA says:
    March 20, 2012 at 7:54 PM

    Makin seru komentarnya
    Apakah bisa dalam satu saluran dipasang lebih dari satu turbin?.
    Misal dipasang 6 turbin, dari turbin 1 sampai ke 6, jika kekuatannya sama, dan mampu untuk menaikan air sama atau lebih besar dari yang keluar dari tandon, itu baru berhasil.

  • Anonymous says:
    March 23, 2012 at 8:25 PM

    semua tidak ada yang mustahil
    jika kita mau mencoba dan berusaha pasti bisa terwujud

    system yang anda rancang sudah sesuai hanya tinggal penyesuaian dinamo untuk mengalirkan air ke atas harusnya tidak perlu pompa yang besar asal tabung penampung diatas kita gunakan system gravitasi, dan pompa di bawaha hanya sebagai bantuan saja agar tidak terjadi hukum kekekalan energi. dengan ini otomatis air akan mengalir terus, kalau anda bisa perhitungkan cukup gunakan 25% listrik yang dihasilkan digunakan untuk pompa. saya sedang buat system ini hanya tidak menggunakan pompa

  • Anonymous says:
    March 31, 2012 at 8:15 AM

    Setelah membaca komentar di atas saya jadi terinspirasi. Kalau menurut saya menggunakan kincir kurang efektif, karena air yang jatuh harus dari ketinggian tertentu dengan debit air tertentu pula. Bagaimana jika menggunakan turbin. karena dengan turbin, akan meminimalis debit air. yang saya maksudkan, menggunakan pipa dalam bentuk kerucut, tetapi dengan pipa yang agak panjang dan memakan tempat yang cukup luas. Dengan pipa bentuk kerucut, akan menghemat keluarnya air, kemudian akan menambah tekanan keluarnya air tersebut. Disamping itu, ujung bawah pipa kita bentuk pipih/gepeng, sehingga air akan menyembur dengan kencang untuk mendorong turbin tersebut. Terimakasih, semoga bermanfaat.

  • ARIJOGJA says:
    April 4, 2012 at 10:48 AM

    Sebaiknya untuk menaikan air ke tandon dicari saja tipe turbin yang dapat menggerakan pompa air lebih besar debitnya dibanding dengan debit air yang keluar dari tandon,dengan turbin tipe Cross flow, tipe Francis atau yang lain. Menurut saya turbin yang paling cocok turbin tipe XX, Semoga kayalan ini segera terbukti, ramah lingkungan, mari kita diskusi.Terima kasih. Arijogja hp. 087838935673

  • jarod says:
    April 4, 2012 at 11:00 AM

    Semoga Berhasil teman-teman yang sedang membuktikan khayalan ini

  • ENDONESIA says:
    April 20, 2012 at 8:27 AM

    Dear All,
    Luar biasa ...jujur saat baca semua komentar ini, saya semakin yakin dan semakin bangga dengan bangsa ini, sebab masih ada dan masih banyak yang memiliki semangat untuk melakukan perubahan.

    Saat ini saya sedang mencoba untuk membuat miniatur dari hayalan ini, namun karena keterbatasan saya tentang turbin, ada hal yg saya mau tanyakan, adakah miniatur turbin yang bisa saya jadikan percobaan ini yg dijual dipasaran ?

    Thanks before

    purwaning_baskoro@yahoo.co.id

  • Anonymous says:
    May 8, 2012 at 7:39 PM

    Sebaiknya khayalan ini di gabungkan khayalan yang lain. Yaitu pemmbangkit listrik tenaga Gravitasi Bumi. yang dipercaya dapat menghasilkan tenaga listrik yang sangat besar. Jatuhnya air dari tandon digunakan untuk mendorong bandul- bandul agar poros berputar terus menerus. Selamat mencoba.

  • Khairil Fajri says:
    June 22, 2012 at 5:22 AM

    Wow ! sepertinya seru juga diskusi ini, apalagi sekitaran energi listrik,

  • armand_widianto says:
    July 23, 2012 at 8:11 AM

    asw. selamat berpuasa

    saya mau byk berkomentar di sini :

    1.ide rasional dan bsa diterapkan
    2.pemasangan turbin+generator mmg hrs 3/4/5 dst
    3.masalah ketingian tandon bsa diatur /dinaikan lgi klo kurang tinggi/debitnya kurang
    4.perlu pengaturan antara air keluaran dan masukan
    5.saya pernah memutar pompa shimizu 125wat dg genset 900watt, hasilnya debit kurang air dari standar dan genset nya ngoss ngoss an, krn prinsip kerja listrik utk pompa beda dgn utk lampu.
    6. jalan keluarnya, sebagian listrik dari 1 ato 2 generator dipake utk mengechas accu/aki (bsa 100 amper ato lbih),dari aki pasang inverter(dc ke ac) utk menjalankan pompa air (bor listrik 350 watt saja okey, apalagi cuma pompa 125 watt)
    Listrik dari generator yg lain bsa digunakan utk rmh tangga.

    6.problem nya adalah :sebaiknya jgn menggunakan generator yg ada dipasaran (denyo, matari, apalagi donfeng dll )ini akan percuma saja, krn generator tsb butuh rpm tinggi( 1500 rpm), mmg bsa di akali dg perbandingan pulley + van belt namun saya rasa akan byk kesulitan nya .
    jalan keluarkan : perlu generator LOW RPM, setau saya dipasar indonesia blm ada, klo ada yg tahu bisa di infokan diforum ini.
    mslh LOW RPM GENERATOR (generator magnet permanent/neodynium) memang lebih mahal dibanding dg generator induksi.
    klo blm ada ya, terpaksa modifikasi .
    itu dari sedikit pengalaman dan analisa saya, klo ada yg lebih ahli tolong dikoreksi dan diperdalam serta dipertajam masukan nya .
    tks.

    email :
    gurulesprivat@yahoo.com

  • Ponsel 77 Barabai pasar apam says:
    November 20, 2012 at 7:44 AM

    SAYA SUKA PROM INI

  • Anonymous says:
    December 4, 2012 at 6:09 PM

    kalau mengandalkan air hasil, pompaan turbin tidak akan cukup/maksimal!, karena akan terjadi tekor air dalam tandon. tetapi kalau memanfaatkan air yang jatuh sia-sia yang menjadi substansinya maka teknik ini sangatlah berguna dan bermanfaat sekali. saya sendiri sudah mencobanya, namun selain dari bantuan pompa listrik hasil putaran turbin, saya juga membantu mengisi tandon dengan sanyo. ini akan berhasil lebih sempurna dan air tidak ada yang terbuang sia-sia.

  • bery badjingan says:
    December 21, 2012 at 6:20 AM

    Skema yang anda buat diatas terlalu rumit, karena harus membangun tempat penampungan air diketinggian. Dan anda tetap harus menggunakan pompa untuk mengembalikannya lagi kepenampung air. Saya sudah melihat video dari komentator di website ini, Cukup menggunakan 1 Bak dan menggunakan mesin air/pompa air/jet pump sebagai penggerak kincir. Yang jadi kendala adalah mesin air/pompa air/jet pump harus hidup selama 24 jam setiap harinya tanpa mati. Yang baru saya tau mesin air/pompa air/jet pump yang mampu hidup 24 jam tanpa mati merk SHIMIZU (maaf bukan bermaksud untuk promosi). Kendala selanjutnya adalah semburan air dari pompa tersebut apakah kuat sehingga bisa memutar kincir lebih cepat. Secara untuk mendapatkan listrik yang stabil dan normal dinamo harus mendapatkan putaran yang kencang. Saya ingin mencoba kalo dana sudah ada. Selamat berjuang kawan, semoga menjadi kenyataan dan berhasil. "Semua berawal dari mimpi dan tidak ada yang tidak mungkin" (Bery Badjingan)

  • Andra says:
    January 13, 2013 at 4:01 PM

    Kepada bapak2 dan mas2 semuanya... setelah membaca komentar2 anda sekalian dan melihat gambar yang telah didesain.. hal ini telah membuat saya menemukan jawaban untuk Tugas Akhir yang sedang saya kerjakan dengan teman2 saya di Teknik Mesin STT Adisutjipto... dengan saya mengerjakan Tugas Akhir dengan Teman PROTOTYPE PLTMH DENGAN KINCIR AIR OVERSHOT maka setelah saya mneyelesaikan TA saya ini...saya bisa dapat menyimpulkan apakah Khayalan seperti ini layak atau tidak jika dibuat didalam kehidupan nyata.

  • arif says:
    January 27, 2013 at 7:47 AM

    Saya trtarik dng artikel ini,soalny sya sudah lma punya gagasan ini tp blum sempt untuk d uji krna waktuny blm mmungkinkan bwt sya
    dlm bnak saya prinsip sirkulasi airny mnggunakan ruangan hampa udara
    d bgian bwah pipa pengisi d ksih footklep pipa sampai tabung pnampungan d isi air pnuh sblum lubang buangan d buka
    stlah pnuh air,lbang buangan dbuka trus dtampung pda pnampungan yg trbuka(ada udara bebas d atas permukaan) selanjutny pnampuangan ke-2 dbuka lbang pmbuanganny untuk d biarkan airny jatuh bebas k bwah,bru dbwah d taruh kincir air

  • ENDONESIA says:
    March 19, 2013 at 12:04 AM

    For All thanks atas masukkannya, for ANDRA, saya tunggu hasil TA nya semoga berhasil...

  • samsul arifin says:
    September 19, 2013 at 8:33 PM

    saya rasa mungkin asalkan tidak menggunakan 1 turbin saja
    pasti ada kerugian energi
    bicara soal hayalan,,hehe..kalo hayalan saya saya sih tidak hanya menggunakan 1 turbin saja
    anda harus memasang beberapa turbin lagi dibawahnya dengan kata lain air sisa putaran turbin tersebut ditampung lagi untuk memutar turbin yg berada dibawahnya dan begitu seterusnya
    yang pada akhirnya anda akan memiliki beberapa output pada generator anda

  • Anonymous says:
    January 21, 2014 at 10:30 AM

    Klo di tambah turbin bawah ny lg tekanan air kurang maximal karna sudah terpakai turbin yg pertama.

  • Hadi Syahid says:
    February 25, 2014 at 10:08 AM

    diberi tampungan air lagi untuk mengumpulkan air sehingga dorongan air lebih bertenanga seperti penampung air berbentuk corong vertikal...

  • Anonymous says:
    July 21, 2014 at 6:28 AM

    seno
    pompa yg untuk menaikan air ke tandon air,pakai ja pompa celup,krna tenaganya konstan,dantahan panas krna pompanya masuk dalam air

Post a Comment

Mohon kiranya dapat berpartisipasi memberikan komentar pada postingan yang anda baca. Terimakasih